Day 5 :  Belajar dari medsos, bisa!

“Punya instagram gak?”
“Facebooknya apa?”
“Follback twitter aku ya.”
“Mampir ya di blogku.”

Kira-kira begitulah cara berkenalan jaman now setelah bertanya nama dan basa-basi lainnya. Beneran lho, hari gini kalau ga kenal nama media sosial tadi akan di anggap cupu, gak gaul, gak keren dan ketinggalan jaman. Gak heran sekarang ini dari bocah SD sampai nenek-nenek pasti punya akun facebook. Seriusan, facebook emak gue ya isinya temen-temen seumurnya. Alamakjaaaang!

Media sosial adalah sebuah media daring, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual (wikipedia)

Saya sih sudah gak heran dengan media sosial di atas. Saya pengguna media sosial sejak lama. Ya biasalah tujuannya menampung aspirasi kegalauan, berharap si dia baca dan peka hehehehe. Beberapa media sosial lahir dan akhirnya mati di gilas jaman. Ya teori evolusi darwin pun berlaku disini. Saya masih ingat main friendster adalah awal perkenalan saya dengan medsos, lalu kemunculan facebook akhirnya membuat friendster mati. Twitter, path, instagram, apalagi satu dulu saya lupa namanya yang muncul bareng dengan facebook.

Memang di akui, main-main dengan sosmed tuh mengasyikan, tau. Bisa curhat (sambil ngarep di baca doi), posting foto kece, nonton video sampai dapet teman-teman baru dari satu circle. Teman-teman saya saat ini juga hasil dari nulis bareng di facebook, sering di mention grup sama temen yang lain. Beberapa ada yang sampai kopdar dan berlanjut temenan sampai sekarang. Ada juga yang menghilang entah kemana. Ssssttt….yang sampai nikah juga ada lho.

Naaah kan, jadi jodoh tuh gak harus di tunggu, tapi di cari #ehhhhh

Banyak artikel yang nulis positif dan negatifnya dari sosmed ini. Kalau menurut kacamata saya, ya udah sih yah. Kan udah di bilang, segala sesuatu yang berlebihan itu gak baik. Jadi sewajarnya aja klo main sosmed. Pinter bagi waktu (ini yang sering di keluhin sih), jangan baper juga, yang begini nih kesenggol dikit aja bawaannya ngegas 😀 padahal nulis status buat 1 orang yang ngerasa 10 orang 😁 #Life.

Menurut artikel dari https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20170621163419-445-223341/dampak-positif-dan-negatif-media-sosial sosmed juga memiliki dampak positif kok. Apa saja sih?

Dampak positif sosmed:
1. Sebagai media promosi
2. Ajang menambah teman
3. Tempat menyebar informasi
4. Sarana untuk mengembangkan keterampilan

Sering berjalan waktu dan status, kini pertemanan di sosmed saya lebih banyak akun-akun positif semisal parenting, pernikahan, resep dan blogging. Bagaimanapun ibuk-ibuk kece sekarang ini kudu punya edukasi yang benar soal pengasuhan, kehamilan, pernikahan dan lainnya. Banyak teman yang memiliki circle sama juga bermanfaat kok. Sharing dengan WA group jadi hal yang penting sekarang. Siapa tahu dengan berdiskusi menemukan solusi. Jadi, siapa bilang kita gak bisa belajar dari sosmed, bisa kok. Dengan terus belajar kita berupaya untuk jadi pribadi, orang tua dan rekan kerja yang lebih baik lagi.

Saya sendiri masih aktif menggunakan sosmed yaitu facebook, twitter dan instagram. Di saat orang lain meninggalkan facebook, saya masih setia. Di sosmed ini lebih untuk menjaga silaturahim sih sebenarnya dengan teman-teman masa lampau. Twitter untuk tertawa riang, karena timeline twitter masih bisa menghibur saya dengan kerecehannya. Instagram teteplah buat (~pamer ~ ) posting kegiatan saya.

Jadi sosmed itu masih menjura saat ini ya bukibuk, asal tau aturan main aja. Oiya, jangan lupa lho main sosmed juga ada etikanya lho, yang kadang di langgar sama user. Semisal tidak menyebar berita hoax, tidak menyinggung SARA, atau memposting foto korban bencana, bisa di googling lainnya ya.

Nah biar gak jadi sasaran bully netijen, yuk bukibuk, bijaklah bermain sosmed.

Yuk aah…cao…