Mengatur Pola Tidur Bayi

Katanya sih pola tidur bayi berubah-berubah. Ia akan tidur lebih panjang di siang hari dan terjaga di malam hari. Alhamdulilah, Ale sudah melewati fase itu. Masa-masa di mana emaknya kudu begadang sampe pagi dan bikin mata panda.
Memasuki bulan kedua, selepas empat puluh hari saya pun mulai menerapkan sleep training untuk Ale. Sebelumnya pola tidur Ale sudah mulai terbentuk. Ia hanya bangun dua kali di malam hari untuk menyusu dan ganti diapers. Dari beberapa artikel yang saya baca, disarankan untuk membentuk pola tidur dengan sleep training sedini mungkin, agar bayi terbiasa untuk membedakan siang dan malam.

Ada dua metode Sleep training yang populer yaitu metode  Cry it out dan metode No Tears.

Metode Cry it out yang di kenalkan oleh Richard Ferber lebih menekankan kepada titik bagaimana bayi dibiarkan sendirian, menanigs sampai akhirnya tertidur. Metode ini ditujukan agar Bayi bisa menyamankan diri sendiri tanpa harus di nina bobokan oleh orang tua.

Metode No Cry kebalikannya. Orang tua di libatkan dalam membantu anak untuk tidur. Orang tua di minta untuk menemani, menggendong dan menjaga hingga tidur. Dengan demikian tercipta kedekatan fisik anak dan orang tua sehingga anak menjadi nyaman.

Saya sendiri nampaknya lebih setuju dengan Metode No Cry deh. Memangnya, ibu mana yang tega denger anak nagis kejer terus di  diemin aja. Insting saya sih bilang, angkat, gendong, pukpuk. 😀

Di siang hari, tidur Ale memang masih semaunya. Si bayi tidur kadang habis mandi jam sembilan pagi sampai jam sebelas atau dua belas. Agenda tidur berlanjut lagi tapi gak tentu kadang sejam, dua jam atau bahkan dianya cuma mau main sampe waktunya mandi sore.

Di malam hari, biasanya Ale mulai keliatan ngantuk di jam 7 malam. Kalau gak pake rungsing, ia akan tidur di jam tersebut. Kalau ada agenda rewel dan gak mood, ia baru mapan pukul delapan.
Bagaimana sih saya mengatur pola tidur buat Ale?

1. Kenalkan konsep siang dan malam

Untuk membedakan waktu tidur siang dan malam, yang pertama adalah melalui cahaya penerangan. Saya mengusahakan ketika hendak menidurkan Ale, lampu sudah redup, ruangan sunyi dan sejuk. Volume suara sebisa mungkin lebih pelan dan lembut. Sebaliknya, di waktu siang aktifitas rumah berjalan seperti biasanya. Cahaya berasal dari jendela yang terbuka, volume suara pun biasa saja.

2. Aktifitas bedtime routine

Masuk pukul tujuh malam, Ale sudah saya bawa ke tempat tidur. Jika sore hari ia tidak tidur, di pastikan selepas magrib ia akan mengantuk.  Bedtime routine untuk Ale cukup sederhana. Mengganti diapers baru agar ia lebih nyaman, memakaikan celana panjang dan kaus kaki. Terakhir, minum susu. Sambil di temani menyusu, Ale tetap saya temani hingga benar-benar lelap. Hal ini menjadi agenda wajib agar Ale mengetahui dan memahami bahwa aktifitas ini menjadi pertanda bahwa ia harus tidur.

3. Tetap sunyi saat terjaga

Ale kerap bangun dua kali untuk berganti diapers. Jam bangunnya pun sudah bisa di tebak 😛 saat terjaga, usahakan tidak membuat suara lain. Ganti diapersnya dengan tenang lalu susui. Jika Ale ada tanda-tanda mengajak bermain, saya mengacuhkannya. Sambil di tepuk-tepuk pahanya dan bersuara pelan “sssshhhhh…”
Adakalanya Ale susah tidur dan malah mengajak “ngobrol” dengan mengeluarkan ocehan, saya tetap menepuk-nepuk pahanya sembari berbisik, “Ibu maunya main besok, sekarang Ale bobo dulu ya.” biasanya Ale mengerti dan pelan-pelan mulai mengusap-usap matanya.

4. Sapa pagi dengan semangat

Pada pukul enam atau tujuh pagi, Ale sudah menunjukkan tanda-tanda bangun. Biasanya saya dan ayah menyapanya dengan suara penuh semangat sambil membuka gordyn jendela lebar-lebar agar cahaya matahari masuk. Hal ini kami lakukan Ale terbangun dengan sumringah dan hati yang riang. Bukan sekedar salam pagi, agenda bangun tidur Ale biasanya berlanjut dengan “obrolan santai” dari saya, ayah atau iyay-nya. Obrolan yang di balas Ale dengan ocehan-ocehan tidak karuan 😛

Begitulah kira-kira Sleep Training Ale yang sedang saya coba terapkan. Pada dasarnya Ale tidak sulit untuk tidur. Diapersnya bersih, perutnya kenyang dan tubuhnya segar, ia sangat mudah terlelap, itu kuncinya. Memang, di usianya sekarang Ale masih terjaga dua kali di malam hari. Namun pelan-pelan seiring waktu saya yakin Ale bisa tidur sampai pagi.
.
Kalau ibuk-ibuk yang lain gimana ceritanya?