Memberdayakan Diri Untuk Persalinan

Belakangan ini saya sedang  tertarik dengan beberapa artikel mengenai persiapan persalinan agar minim trauma. Ya. Jujur deh tanyakan pada semua perempuan yang sudah pernah melahirkan gimana rasanya? berjuta! berjuta sakitnya. Pasti cerita-cerita kayak gitu mempengaruhi alam bawah sadar kita dong, termasuk saya. Duh dag-dig-dug dong pastinya, yang ini di jait berapa kali lah, yang itu darahnya banyak lah, yang ono di obraslah. Pusing saya kalau dengar cerita beberapa teman yang berhasil melahirkan normal.

Dari hasil mengikuti kelas hypnobirthing semua kesan itu bisa di hilangkan kok, asalkan di mulai dari diri kita sendiri. Nah makanya memasuki minggu ke 33 ini saya ingin mengikis semua rekam jejak buruk di memori saya ini dengan memberdayakan diri.  Cailah..bahasanya hehehehe. Iya. Kalimat itu saya dapat dari sebuah website yang mendukung seminar gentle birth kemarin..

 

Untuk mendapatkan proses persalinan yang lembut dan minim trauma memang tidaklah mudah, perlu upaya, niat dan pengorbanan.

  1. Harus bersedia memberdayakan diri (mencari informasi, perluas wawasan, mau membaca)
  2. Harus mempunyai niat dan keyakinan yang kuat
  3. Harus mempunyai komitmen yang tinggi untuk mencapai gentle birth
  4. Harus merasa bertanggung jawab terhadap pilihannya tentang gentle birth yaitu bertanggung jawab kepada Tuhan, bertanggung jawab kepada Anak, suami dan keluarga.
  5. Harus rela untuk mengerjakan Pe eR atau mau mengupayakan diri mulai dari latihan relaksasi hypnobirthing, olahraga teratur seperti yoga, tai chi, dll
  6. Harus rela melakukan maternity tour (mencari provider) yang bersedia memfasilitasi dan mengerti Apa yang Anda inginkan (dan untuk hai ini sangat tidaklah mudah)

(http://www.bidankita.com/melahirkan-nyaman-minim-trauma-gentle-birth/ )

Nah, di point nomor satu itulah saya pikir sudah saatnya saya memberdayakan diri dengan mencari informasi, menambah wawasan dan mau membaca. Karena fokus saya adalah meminimalisasi rasa sakit saat melahirkan dan melewati prosesnya dengan nyaman beberapa hal sedang saya coba untuk di jalani saat ini, antara lain

  1. Bergabung dengan Keluarga Gentle Birth via telegram & Whatsapps

Saya tahu grup ini lewat Instagram sih, senang rasanya membaca kisah-kisah persalinan para anggota grup dari yang mudah sampai yang tersulit, dari yang biasa sampai yang banyak drama. Semua intinya adalah mengendalikan diri untuk tetap tenang dan rileks, mudah-mudahan saya bisa menjalaninya nanti.

2. Menggali informasi dan wawasan dari internet

Gak ada salahnya loh dikit-dikit googling asalkan web yang kita buka itu emang punya kredibilitas dan mumpuni di bidangnya. Di setiap pergantian minggu saya pasti menyempatkan diri untuk membaca apa yang terjadi di minggu kesekian kehamilan ini, apa yang sebaiknya di hindari dan apa yang seharusnya di lakukan. Oiya, membaca pengalaman-pengalaman para ibu hamil di sebuah forum juga termasuk aktifitas yang menyenangkan loh. Tapi jangan ambil mentah-mentah gitu aja ya, kalau ada kesamaan riwayat atau sakit yang di rasa segera hubungi dokter.

3. Belajar lewat youtube

Belajar sih bisa dimana saja dengan media apa aja, nah karena saya berencana melahirkan secara normal tubuh saya juga perlu persiapan dong. Supaya gak tegang dan kaget tubuh saya perlu latihan sejak dini agar semua sistem saraf terbiasa nanti, untuk mengantisipasinya saya belajar beberapa gerakan senam ringan lewat youtube. Yang gampang-gampang aja dan bisa di lakukan di rumah. Kayak gini misalnya..

4. Mengulang kembali teknik yoga & Gymball

Ketika mengikuti seminar hypnobirthing saya di ajari teknik yoga ringan untuk relaksasi dan juga latihan meggunakan properti seperti gymball atau kain jarik seperti yang diajarkan ketika itu, untuk mengurangi rasa sakit saat kontraksi. Gak ada pelajaran yang sia-sia loh, semua materi yang di berikan bisa kita ulangi dan ulangi lagi di rumah.

5. Pijat Perineum

Salah satu upaya yang saya lakukan untuk meminimalisir rasa sakit saat melahirkan adalah dengan melakukan pijat perineum. Karena mendengar banyak cerita soal berapa banyak robekan di vagina, berapa lapis jahitannya duh jadi serem sendiri kan. Setelah baca-baca banyak hal yang bisa dilakukan agar mencegah kerobekan pada perineum (saluran antara vagina dan anus) salah satunya adalah dengan pijat agar tidak tegang dan elastis. Selengkapnya bisa baca di sini:

           http://www.bidankita.com/cegah-robekan-perineum-dengan-perineum-massage/

Cukup dengan menggunakan sarung tangan latex dan gel, kegitan ini bisa di lakukan sendiri maupun di bantu oleh pasangan (resmi loooh yaaa…hihihihihi). Karena UK saya saat ini sudah memasuki trimester ketiga, jadi saya akan mencoba teknik ini sebagai usaha untuk memberdayakan diri.

source : google

 

6. Afirmasi Positif setiap hari setiap waktu

Nah ini yang paling penting, afirmasi positif setiap hari setiap waktu. Saya sejak kandungan berusia lima  bulan selalu mengajak dedek bayi ngobrol sebelum tidur dan minta supaya nanti di bantu proses kelahirannya. Cara saya mengafirmasi diri sendiri adalah mengulang-ulang apa yang saya inginkan setiap saat, kadang ketika sedang sendirian di kamar sengajaga pasang musik yoga dari spotify lalu memejamkan mata sambil berkata pada diri sendiri..

“Saya bisa melahirkan dengan nyaman, tanpa rasa sakit, perineum saya utuh, bayi saya sehat.”

 

7. Doa yang tak putus-putus

Pada akhirnya pada YME tempat kita memasrahkan diri, seiring usaha diatas hanya kepadaNya lah kita meminta. Saya ingat ketika di rawat setahun lalu, seorang pasien dari bilik sebelah memberi tahu saya untuk banyak-banyak membaca surah Insyirah, karena arti dari keseluruhan surah tersebut kita memasrahkan segalanya pada yang Maha Kuasa.

 

Begitulah kira-kira usaha pemberdayaan diri yang saya lakukan, semoga mendapatkan hasil terbaik. Sekali lagi proses ini butuh kerjasama dan dukungan dari pasangan. Beruntunglah saya memiliki mas vegan yang selalu mendukung untuk segala kebaikan saya.

 

Ayo bumil yang lain….kamu bisaaaaa!