Ramadan tahun ini

Takbir berkumandang seiring dengan berakhirnya ramadan..

SMS dan aplikasi chat mulai gaduh berbunyi dengan isi yang gak jauh beda. Yah namanya juga broadcast dan copas, hihihihi intinya sih maaf lahir batin deh yaaaa…

Takbir di Cibiland di iringi dengan dentuman petasan yang kayak bom. Heran deh, di masjid yang tua-tua mengumandangkan takbir dan puji-pujian, ini yang masih remaja, abege dan masih murni untuk di bina –tsaaaahh— malah enak-enakan bakar petasan, ke masjid woy! contoh regenerasi yang gagal –apa deh–

Ramadan tahun ini bisa di bilang lebih baik dari pada tahun sebelumnya, kalau di lihat dari presentase bolongnya sih hihihih. Tahun ini alhamdulilah bisa menyelesaikan puasa selama dua puluh hari –bangga?– Awalnya sih pengen bisa sebulan, apalagi dokter juga ngasih ijin setelah cek terakhir volume ketuban banyak dan cukup asalkan syarat-syarat berlaku kayak rajin minun air putih de el el. Sayangnya di minggu ketiga tengah-tengah pertahanan runtuh, perut mulai terasa kram awalnya di lanjutkan dengan anyang-anyang yang bikin ga nyaman banget. Belum berhenti sampai disitu di lanjutkeun dengan adegan demam. Aiiihhh….jadilah satu hari saya tepar di rumah, berusaha mengembalikan kondisi badan dengan banyak minum air putih, makan yang bergizi dan gak ketinggalan melahap buah-buahan.

Saat kita berbadan dua gini, memang harus buang ego jauh-jauh sih ya. Apa yang hendak kita lakukan sebaiknya memikirkan juga nyawa yang ada di dalam kandungan. Itu hikmah pertama dari saya sakit kemarin. Hikmah kedua, denegerin suami. Jujur sih sakit kemarin bikin saya merasa bersalah sama suami, gimana engga setiap sahur dan mau tidur, doi pasti ngingetin buat minum air putih tapi saya dengan entengnya mengiyakan tanpa di lakukan hihihihi, sekarang baru kerasa deh akibatnya —sungkem sama suamik— 😛

Selanjutnya bisa di tebak, saya absen puasa sampai hari terkahir. Hiks. Sedih sih tapi mau gimana lagi, daripada dekbay kenapa-kenapa. Suamik juga gak keberatan malah doi yang repot-repot nyariin delivery order makan siang buat istrinya di rumah, terus sorenya gak lupa bawain buah  padahal doi sendiri tengah puasa. –Lakik yang kayak gini kan langka yaaa cyynnn— 😛

Ini Idul fitri kedua yang saya jalani bersama suamik, tahun lalu masih berdua, tahun ini bertiga dengan calon dekbay. Syukur Alhamdulilah gak habis-habis saya panjatkan atas anugerah yang tak terkira ini. Semoga kita semua di pertemukan lagi dengan Ramadan tahun depan. Amin.

 

Minal Aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir batin.