Baby Spa, bermanfaat atau sekedar gaya?

Kemarin Baby Ale melakukan spa untuk pertama kali.  ibuk pun obral-obrol dengan terapisnya sembari mempersiapkan Ale untuk baby swim. Ternyata banyak hal yang baru ibuk ketahui soal Do & Don’t’s mengenai baby spa ini lho.

Iya. Tadinya ibuk pikir ya udah sih, sama halnya klo ibuk mau spa di salon, tinggal bawa badan truz moodnya naik drastis deh. Kalau anak-anak ternyat banyak pertimbangannya juga lho.

Kolam besar sudah siap, airnya terisi penuh hmmm kira-kira setengah meter lah. Bola-bola aneka warna ikut bergerak mengikuti iram. Ale pun di pakaikan neck ring atau pelampung berbahan plastik pada bagian leher. Mbak terapis kemudian mengangkat Ale lalu menurunkannya pelan-pelan ke dalam kolam. Ale di ayun sebentar sampai ia bisa menyesuaikan diri. Ketika tubuhnya sudah bisa beradaptasi, Ale mulai menikmati. Kakinya bergerak lincah mengikuti air. Tangannya berusaha menggapai bola berwarna-warni di sekelilingnya. Rona bahagia terlihat di wajah Ale. Ibuk yang berdiri di sampingnya, sejak tadi ketar-ketir, langsung berubah ceria melihat Ale begitu menikmati acara main airnya.

Baby spa ternyata ga cuma nyemplung manja doang buk-ibuk. Juga ga sekedar buat ngisi instastory *uppssss*  hehehehe. Baby spa juga memiliki manfaat.

Dokumen pribadi

Apa sih Baby Spa itu?

Dilansir dari bidanku.com Spa adalah terapi yang di lakukan dengan air sebagai medianya, dengan cara mandi atau berendam. Rangkaian Baby spa pada umumnya mencakup berenang dan juga pijat bayi. Pada terapi air atau berenang bayi bebas melakukan gerakan tungkai dan lengan, menyerupai sebuah gerakan ketika bayi berada dalam kandungan.

Menurut penelitan saat bayi melakukan terapi air, gelombang air akan menstimulasi bayi dalam melatih keseimbangan. Bayi yang berenang juga cenderung lebih tenang dan rileks.

Beberapa manfaat dari Baby spa

Baby Spa memiliki banyak manfaat lho bukibuk. Selain bisa mengisi feed instgram ibuk-ibuk kece dengan kelincahan si kecil, Baby spa juga memiliki banyak manfaat buat tumbuh kembang bayi. Yup. SI kecil harus banyak di latih untuk sensorik dan motoriknya, salah satunya dengan kegiatan Baby spa ini. Lalu apa saja sih manfaat Baby spa ini?

1.Gerakan alami bayi pada saat berenang akan melancarkan peredaran darah dan membuat anak lebih ceria.

  1. Memperbaiki system pernafasan pada bayi dan juga mendorong perkembangan bayi melalui stimulasi sensorik
  2. Bayi akan aktif bergerak dan lebih percaya diri, karena ia tidak akan takut dalam melakukan gerakan seperti merangkak dan berjalan. Bukibuk pastinya bakal lebih gampang mengajari dan melatih anak untuk belajar berjalan.
  3. Bayi akan cepat tanggap, berani, lebih mandiri dan tidak mudah rewel

5.Pijat pada bayi akan menghasilkan kualitas tidur yang lebih baik. Otak pyun berkembang dengan baik pada saat bayi tidur.

  1. Bayi akan merasa rileks karena pijatan pada tubuh bayi akan melepaskan hormone oksitosin dan endorphin.
  2. Stimulasi dari pijat bayi dapat meningkatkan berat badan

8.Pijat bayi dengan menggunakan minyak bisa meningkatkan kesehatan kulit. Kulit bayi bisa menjadi lebih lembab dan menstabilkan suhu panas pada bayi

  1. Memperlancar komunikasi antara ibu dan bayi dan meningkatkan hubungan emosional keduanya.

Tuh kan banyak banget manfaatnya ya bukibu. Jadi buat ibuk yang nyinyirin dan bilang baby spa gak ada manfaatnya, cuma buat gegayaan dan ikut-ikutan mungkin harus banget baca artikel, yes.

Dari mbak terapis kemarin, ibuk juga di kasih tip Do & Dont’s kalau mau membawa si kecil untuk baby spa. Iya dong, jangan sampai agenda yang tadinya akan jadi ajang rekreasi buat dia malah gagal karena rewel. Apa aja sih tipsnya buk?

  1. Sebelum baby spa si kecil harus dalam keadaan kenyang perut dan kenyang tidur. Jika lapar dan mengantuk si kecil malah akan rewel dan tidak menikmati spa.
  2. Berat badan si kecil juga perlu di perhatikan ya buk-ibuk, mba terapis bilang untuk baby spa berat badan bayi harus diatas 5kg dan juga si kecil sudah bisa menegakkan kepalanya.
  3. Jangan melakukan baby spa usai imunisasi. Berilah jeda waktu sekitar 2-3 hari setelah imunisasi, begitu kata mbak terapisnya.
  4. Pilih baby spa terbaik yang memiliki system penyaringan air kolam, bahan kimia yang di gunakan dan metode lainnya. Karena tubuh bayi masih belum kebal dari virus, bakteri, kuman dan lainnya.

 

Nah itulah sekelumit cerita Ale soal Baby spa kemarin. Ibuk-ibuk pastinya menginginkan yang terbaik dong buat si kecil. Saya pun demikian. Karena di masa ini, si kecil sedang mengembangkan motoriknya, yuk kasih dia pengalaman-pengalam baik yang bisa memaksimalkan tumbuh kembangnya.

Salam,

Ibuk Kece!

 

Bermalam di Kytos Hotel

Dalam rangka mengisi masa cuti yang sebentar lagi habis, Hubby mengajak saya untuk short trip ke Bandung. Berempat dengan Ale dan ibuk saya. Yep. Ini adalah perjalanan pertama Ale keluar dari Bogor. Biar si pipi bakpao itu nambah pengalaman sebelum merambah perjalanan keluar Indonesia *Tsaaaah! Karena bibit travelling di mulai dari sini, buk. *maksa*

Perjalanan kami di mulai dengan naik KA Argo Parahyangan. Namanya rejeki yah gak pernah ada yang tahu. Siapa yang bisa menyangka, kalau kami ternyata dapet harga promo sampai setengahnya loh. Ini kan cihuy banget. Perjalanan selama tiga jam berlangsung aman. Perut kenyang. Ale tenang. Iya. Perjalanan ini semacam latihan buat saya pribadi. Secara, selama ini kan kalau travelling sendiri atau sama hubby. Nah, sekarang nambah satu nih, bayik pula!  sebelum jalan ke tempat yang jauh, baiknya latihan ke tempat yang dekat dulu dong ya.

KYTOS Hotel di pilih oleh hubby yang langsung kepincut begitu melihat cafe di rooftop-nya. Kalau soal pilih hotel ataupun cafe, hubby jagonya. Pasti pilihannya selalu bagus dan terjangkau. Salah satunya adalah hotel Kytos ini.

Berada di lokasi strategis di kota Bandung, keluar dari hotel kita bisa menjelajah ke berbagai tempat ternama di kota ini dengan akses yang mudah. Begitu masuk lobby, rasanya kayak di rumah sendiri deh. Dekorasinya bikin betah berlama-lama duduk di lobby. Coffe maker tersedia di dekat meja resepsionis. Ujan-ujan, ngopi di lobby yang hangat kaaaaan..makin endessss. Pegawai dan stafnya pun ramah, gak ada yang menampakkan muka jutek.

lobby yang hangat
meja resepsionis

 

 

Fasilitas kamarnya juga bagus. Saya ambil yang Junior suite, dengan 1 buah tempat tidur utama berukuran king, dan 1 lagi tempat tidur tambahan berukuran single. Cocok buat Bu-ibuk yang pergi bersama anak atau tambahan keluarga tapi gak genap. Kamarnya bersih dan rapi, khasnya hotel berbintang lah ya. Nah, kalau lagi staycation gini saya paling suka merhatiin kamar mandinya. Di beberapa hotel budget, kamar mandi di bikin dengan sangat minimalis di lahan yang terbatas. Tapi kok ya keliatannya bagus aja. Syukur-syukur bisa di adaptasi di rumah baru nanti 😛

 

Seperti saya ceritakan di atas, jualan paling yahud di hotel ini adalah cafenya yang terdapat di roof top. Dengan pemandangan malam suasana di kota Bandung yang mulai sumpek dengan bangunannya. Kalau di siang hari, Bu-ibuk bisa foto-foto di salah satu sudut yang di hiasi daun merambat artifisial. Back to cafe, saya dan hubby (dengan Ale dalam gendongan, tentunya) ngopi cantik disini. Sayangnya, kemarin itu Bandung sedang di guyur hujan, jadi cafenya gak terlalu ramai. Berduaan aja di cafe, serasa masih pacaran aja deh hehehehehehe.

view dari rooftop

Dengan harga yang terjangkau, hotel ini bisa jadi pilihan untuk menginap bersama keluarga. Jarak hotel yang gak terlalu jauh dari tempat wisata bisa membuat perjalanan Bu-Ibuk gak terlalu melelahkan. Gak ada yang maha sempurna, begitu juga dengan hotel ini. Satu yang lumayan bikin gengges menurut saya (dan keluarga saya sih) kamarnya gak soundproof, bahkan langkah kaki orang di lorong pun bisa kedengeran dari kamar. hot water di wastafel fun gak berfungsi.

Yah semoga aja ada perbaikan dari pihak hotelnya yah.

KYTOS HOTEL

Jl. Setiabudhi no. 153Bandung 40153, Indonesia

Baby Care Kit Tommee Tippee

Bingung mencari-cari gunting kuku buat si bayik, atau membongkar kotak P3K saat panik mencari thermometer? Itu saya banget, Buk.
Kadang pas waktunya potong kuku, saya lupa terakhir kali taruh dimana. Kadang, pas lagi butuh-butuhnya *pelukan* termometer, saya bingung kececer dimana yah. Bu ibuk kece ada yang sama  cerobohnya kek saya? 😀
Tapi sekarang gak lagi dong. Iya. Sejak saya punya baby care dari Tommee Tippee. Sewaktu lagi belanja keperluan baby, hubby masukin kotak ini ke keranjang. Di rumah, baru saya lihat-lihat lagi, eh ternyata banyak fungsinya juga lho.
Namanya sih Baby healthcare grooming kit, tapi saya lebih suka nyebutnya Baby care kit. Biar lebih gampang aja gitu hehehehe.
Bentuk kotaknya ngingetin saya sama beauty case sendiri 😛 simpel tapi muat banyak.
Baby care kit TomTip ini terdiri dari :
1. Termometer
Nah ini benda paling penting kalo anak panas ya buk-ibuk. Iyalah. Bisa jadi, malah termoter yang paling di cari dan di pantau. Selain bermanfaat banget buat ngecek suhu anak, benda ini juga bisa menjadi pijakan keputusan kita selanjutnya.
2. Nasal aspirator
Fungsinya adalah untuk mengatasi hidung tersumbat pada bayi. Tapi, saya belum berani pakainya sih hehehe
3. Gunting kuku
Kuku Ale belakangan ini cepet panjang, jadi saya perlu gunting kuku yang mungil, gak terlalu besar tapi juga aman.
4. Kikir kuku/papan amril
Nah ini, untuk menghaluskan sisa potongan kuku. Secara, Ale suka banget ngusapin muka pake jari tangan. Biar muka gantengnya gak baret karena kuku tajam, kikir ini sangat berguna sekali.
5. Gunting kecil
Saya belum tahu sih fungsinya apa selain memotong hehehe tapi waktu Ale selapanan kemarin dan sesi cukuran pake gunting ini. Imut kan jadi ga makan tempat.
6. Sikat gigi  kecil
Ale belum pakai sikat gigi, jadi saya belum bisa komentar sih 😛
7. Sisir rambut bulat
Nah ini yang paling Ale suka, mungkin karena bulu sisirnya lembut banget ya. Tiap habis mandi, di pakein lotion rambut terus di sisirin, dia suka banget.
8. Sisir rambut pipih
Saya sih belum pernah pakai ini, karena Ale lebih suka pakai yang sisir bulat. Mungkin nanti kalau rambut Ale sudah lebat.
Nah itulah review saya tentang Baby Care Kit ini. Beberapa benda di dalamnya sangat berguna loh. Awet juga. Karena benda-benda tersebut masih bisa di pakai walau Ale sudah tumbuh besar. Kalaupun di lungsurin buat adiknya pun masih bisa bermanfaat.
Baby care Kit ini bisa di dapatkan di baby shop kok buk. Yuklah, belanja!

Berkenalan Dengan Imunisasi DPT

 

Kemarin Ale melakukan imunisasi di usianya yang masuk dua bulan. Jika merunut ke jadwal imunisasi-nya, kali ini Ale akan di imunisasi empat vaksin sekaligus yaitu DPT,  Hib, polio 2, Hepatitis B ke 2 atau biasa di sebut DPT combo. Banyak masukan yang saya dengar mengenai imunisasi ini, DPT khususnya. Efek yang di hasilkan setelah suntik DPT, dari banyak pengalaman ibu-ibu senior adalah panas/demam.

Sewaktu Ale ke posyandu untuk timbang berat badan, saya di tawari untuk imunisasi DPT. Saya dengan halus menolak dan memilih imunisasi di RS. Sok kaya? Bukan. Menurut hemat saya, akan lebih baik Ale mengambil sekaligus imunisasi yang sudah di jadwalkan DSA-nya, agar gak bolak-balik ke RS dan cukup sekali suntik. Dari ibu-ibu senior lain juga saya mengetahui kalau di posyandu, pemberian imunisasi di lakukan satu per satu. Saya kok ya kasihan kalau Ale jadi kebanyakan di suntik.

Karena hari itu mood Ale sedang gak bagus, ia terlihat lesu. Jika saat imunisasi BCG bulan lalu, ia gak pake nangis waktu di suntik. Kali ini beda, Ale menangis sekencang yang ia bisa hehehehehe. Dokter cantik dengan alis cetar di depannya pun gak ngaruh kayaknya.

Di Indonesia sendiri, vaksin yang di wajibkan bagi bayi ada lima macam yaitu BCG, Hepatitis B, Polio, DPT dan Campak. Oleh karena kelima vaksin tersebut di subsidi oleh pemerintah, makanya bisa di dapatkan di mana saja dengan harga yang terjangkau. Sementara imunisasi tambahan lainnya yang di anjurkan adalah Hib, PCV, MMR, Influenza, Varisela, Tifoid, Hepatitis A dan Rotavirus. Imunisasi sendiri sangat penting menurut saya, untuk mencegah penyakit berbahaya. Walau belakangan ini marak muncul gerakan anti vaksin, well, saya sebagai ibu pastinya menginginkan anak sehat kan.

sumber : ibupedia

Kembali ke soal vaksin DPT yaitu vaksin untuk mencegah penyakit Difteri, Tetanus dan Pertusis. Dokternya Ale menawarkan 2 jenis vaksin. Hal ini lebih ke after effectnya sih, di tawari mau yang panas atau gak panas. Saya ambil yang gak panas dengan biaya yang lebih mahal sedikit.

Di lansir dari akun @ibupedia, efek panas/tidak pada vaksin DPT lebih ke perbedaan pengertian aja sih. Vaksin yang DPT impor gak bikin bayi “Terlalu panas” di banding vaksin lokal. Namun, belakangan ini di salah artikan menjadi “Gak bikin bayi panas.”

Masih menurut @ibupedia beberapa beberapa hal di bawah ini, menjadi penyebab perbedaan harga antara vaksin lokal dan impor .

Vaksin lokal:
  1. Buatan dalam negeri, salah satu jenisnya adalah Pentabio.
  2. Harganya terjangkau.
  3. Bisa di dapatkan di posyandu, RS Umum, Puskesmas dan Bidan.
  4. Mengandung komponen Pertusis Wholecell, artinya pembuatan vaksin menggunakan seluruh kuman hidup yang di lemahkan. Akibatnya, anak berisiko demam hingga kejang.

 

Vaksin Impor :
  1. Produksi impor
  2. Harganya sangat mahal karena proses pembuatannya tidak mudah.
  3. Bisa di dapatkan di RS swasta atau dokter anak.
  4. Mengandung komponen Pertusis Aseluler, yaitu hanya bagian sel tertentu yang diambil untuk vaksin. Anak masih mungkin mengalami demam, tapi dengan resiko kecil.

 

Kedua jenis vaksin diatas tentu sama-sama baik untuk kesehatan bayi. Biasanya kalau dari awal ibu sudah menggunakan salah satu jenis vaksin, maka jadwal pemberian DPT berikutnya harus pakai jenis yang sama agar maksimal. Jika terpaksan berganti, maka ibu harus konsultasikan dulu dengan dokter anak.Oh ya, untuk membedakan vaksin asli atau palsu, mintalah kemasan vaksin ke dokter. Pada vaksin asli, di kemasan tertera dengan jelas tanggal kadaluarsa dan nomor unik tiap vaksin yang berbeda satu dengan lainnya. Kemasan pun dalam keadaan bersih, tidak robek dan di segel.

Oleh dokter biasanya kemasan vaksin asli di tempelkan di buku kesehatan anak pada saat imunisasi

Bagaimana dengan Ale? Seperti yang saya bilang sebelumnya mengenai pengertian panas/tidak, mahal bukan berarti gak panas. Hanya mengurangi kadarnya saja. Menurut Dsa-nya Ale, mau semahal apapun vaksinya kalau pada saat pemberian vaksin daya tahan tubuh si bayi sedang gak bagus ya panas aja.

Hal ini terbukti pada Ale, mungkin karena memang Ale sedang menurun daya tahan tubuhnya. Sore kemarin suhu tubuhnya naik 0,5 derajat aja sih. Saya sebagai new mom pastinya panic dong ya. Hubby sih tetap tenang dan menjelaskan kalau suhu tubu 37,5 itu masih termasuk normal. Menurut ibu saya, suhu tubuh Ale meningkat karena tubuhnya sedang menyesuaikan diri dengan vaksin yang baru saja masuk ke tubuhnya. Bisa di sebut reaksi tubuh, katanya.

Alhamdulilah, Ale gak sampai panas tinggi sih. Agar panasnya cepat turun, saya menempelkan Kool fever di dahinya semalaman. Syukur, pagi ini ia sudah kembali ceria dan bersemangat.

 

Kalau buk-ibuk kece lainnya punya cerita soal imunisasi? Cerita dong.

Review Breastpump

Sebagai ibu muda yang bekerja, hal pertama yang terlintas saat kehamilan memasuki TM 3 adalah cuti hamil. Kapan di mulai, kapan berakhir, mau nambah unpaid leave atau gaak. Itu persoalan penting, lho. Yang kedua adalah, soal Breastpump. Iyalah. Secara saya kan working mom nih, jadi saya harus mikirin juga nanti mau mompa pake apa.

Pas UK 7 bulan, kebetulan saya dapet giveaway dari seminar yang saya ikuti. Hadiahnya tentu saja, Breastpump ( BP ) dari pigeon. Sempet gak niat pake sih, secara manual gitu loh. Kepikir kan effort yang harus saya keluarkan kalau pakai manual *dasar males!* . Waktu saya sampaikan niat BP saya mau preloved aja, hubby melarang, “nanti pasti kepake kok.”
Baiklah. Saya manut *nunduk* *jalan ke pojokan*.

UK 9 bulan, hubby mbeliin saya BP yang medela mini electric. Wuudiuih, seneng dong saya. Ga perlu capek2, tinggal pasang, pencet, nyesss. Buat di bawa kerja juga simpel. Begitu pikir saya waktu itu.

Pasca lahiran saya mulai dong pake BPnya (ini salah yah, kudunya sejak di RS bawa pompa jd klo yang asinya sedikit kek saya udah bisa buru-buru pompa di RS) . Agak sedih karena asinya keluar dikit banget, cuma basahin pantat botolnya doang. Untung hubby kasih semangat terus, dia belin apa aja yang di temui pas lagi di jalan kayak kacang mede, kacang almond, bubur kacang ijo dkk. Juga dia beliin apa aja yang dia temuin di instagram (?!) Kayak asi booster, pil ini pil itu, macem-macem pelancar asi deh demi si bini hihihihi.

Usaha dari saya apa dong. Banyak. Ga cuma doa, banyak saran supaya tetep susuin walaupun gak keluar. Hal itu bisa merangsang, katanya. Oke, saya ikutin walaupun rada kasian babynya gak sabaran gitu. Saya juga manggil bidan buat pijat laktasi. Lumayan sih agak deras. Kudu berbekal afirmasi positif dan keyakinan kalau asi kita pasti banyak.

Sebulan setengah berjalan dari yang mompa cuma basahin pantat botol, akhirnya naik jadi 10ml, 20ml, 40ml dan maksimal 100ml dari dua payudara. Ya emang tergantung mood kita sih ya. Kadang saya aja sampe ngiri tingkat dewa kalau liat postingan temen yang bisa dapet 150ml dalam waktu 10 menit. Ini kan gokil 🙁

Berbekal baca-baca dari akun instagram asiku.banyak, saya dapet banyak hal soal perASIan, termasuk jangan membandingkan hasil yang di dapat, jangan fokus pada hasil, pumping aja teruuuuus.–(eh beneran deh itu akun selain kita melek soal ASI, juga gak ngejudge kek ibu-ibu di grup ASI, jadi bikin semangat kita bangkit lagi)–

Ketika Ale usia 6 minggu, saya tertarik untuk pakai spectra 9+ karena banyak yang review bagus katanya. Berhubung ini harganya agak lumayan dan sayang kalau udah beli tapi ternyata gak cocok, maka, saya pun sewa dulu. Cari cari cari di instagram, nemulah beberapa provider. Memang bukan rejekinya kali yah, ada yang stoknya kosong, ada yang mahal banget sewanya, ada juga yang banyak banget syaratnya. Masih ga putus asa, saya cari lagi dan berjodoh dengan akun babykim. Tanya-tanya, pilih-pilih, akhirnya deal lah saya untuk nyewa Spectra 9+ dari sini. Ga butuh waktu lama, kiriman pun datang lengkap dengan manual kit dan cara merawatnya.

dok. pribadi

Berikut reviewnya beberapa BP yang sudah saya coba..

1.Medela Mini Electric

Nah, ini yang di beliin hubby waktu masih hamil. Ih. Seneng dong pastinya, nemu yang electric gini. Saya kan orangnya mau yg gampang dan cepet. Beberapa minggu saya cobain. Mungkin karena asinya yang masih dikit, hasil pumping juga dikit banget. Sisanya saya pake perah marmet. Nyeri sih tapi keluar lumayan. Banyak yang mancur hahahaha. Saya coba naikin level vakumnya, enak tapi sakit *eeh* *kok ambigu gini*
Lama-lama saya gak nyaman, karena puting jadi bengkak –(ssshhh…kebanyakan info pribadi nih!)– akhirnya saya mulai malas lagi pakainya. Nyeri soalnya. Makin kesini saya baru tahu kalau medela ngeluarin ragam ukuran corong, mungkin kalau saya mau usaha lagi tinggal beli corong aja ya.
Oiya, medela ini pake listrik dan lumayan berisik sih menurut saya, tapi bisa juga pakai baterai dan saya belum nyobain kalau pake baterai sama gak kekuatan vakumnya dengan pakai listrik.

2. Pigeon Manual Pump

.
Seperti yang saya bilang di atas, saya dapet BP ini sih dari goodiebag aja. Ga niat pake awalnya. Sewaktu mulai kecewa dengan Medela, saya mulai ngelirik yang ini. Saya buka boxnya yang masih rapi itu. Hubby yang ngerakit. Enak sih, pakainya. Namanya manual, ya itu hasilnya sesuai dengan tenaga yang kita keluarin. Eh dengan Pigeon ini saya pernah nyampe 100ml lho, tapi dalam dua jam! –weeeekkkksss–

Untuk pumping nyantai di rumah, saya masih mau pakai sih. Ehm..tapi waktu cutinya selesai dan kembali kerja, saya sih mikir-mikir kalau mau pakai ini. Secara, bisa sejam sendiri pumping pakai manual. Bisa-bisa saya di cemberutin partner yang lain hihihhihihi
Kekurangan dari BP ini menurut saya sih, terlalu banyak rangkaiannya. Waktu nyuci kudu sabar mbukain printilannya. 🙁

.
3. Spectra 9+

.
Nahhh ini yang saya lagi pengen nih! *Colek-colek hubby* di asiku.banyak rekomended banget merk ini, bisa memancing LDR katanya. Di akun lainnya pun serupa, intinya bagus banget deh.
Pas kiriman dateng, cek ricek malemnya saya coba. Eh, beneran lho, enak banget. Pertama, saya pakai mode massage dulu selama 3 menit. LDR mulai terasa tuh. Nyessss. Abis itu baru deh pindah ke mode ekspresion.
Kelebihan lain BP ini, silikonnya empuk jd payudara gak sakit. Suaranya juga halus. Efisiensi waktu itu jelas banget, dengan double pump saya bisa menghasilkan 100ml dalam waktu sejam. Oh iya, penggunaan mesinnya juga mudah banget.

Dengan harga sewa 210.000 dan deposit 200.000 rasanya worth it lah kalau hasilnya ciamik gini.

Itulah review BP saya kali ini. Beberapa ibuk-ibuk yang lain mungkin nyaman mungkin juga enggak. Milih BP tuh kayak milih temen buk, cocok-cocokan. Memilih yang cocok dan pas bisa bikin hubungan awet buk *lho* kalau si baby beranjak gede, kan bisa di simpan untuk adiknya nanti hehehehe.

Selamat mengASIhi.

Bye.

Mengatur Pola Tidur Bayi

Katanya sih pola tidur bayi berubah-berubah. Ia akan tidur lebih panjang di siang hari dan terjaga di malam hari. Alhamdulilah, Ale sudah melewati fase itu. Masa-masa di mana emaknya kudu begadang sampe pagi dan bikin mata panda.
Memasuki bulan kedua, selepas empat puluh hari saya pun mulai menerapkan sleep training untuk Ale. Sebelumnya pola tidur Ale sudah mulai terbentuk. Ia hanya bangun dua kali di malam hari untuk menyusu dan ganti diapers. Dari beberapa artikel yang saya baca, disarankan untuk membentuk pola tidur dengan sleep training sedini mungkin, agar bayi terbiasa untuk membedakan siang dan malam.

Ada dua metode Sleep training yang populer yaitu metode  Cry it out dan metode No Tears.

Metode Cry it out yang di kenalkan oleh Richard Ferber lebih menekankan kepada titik bagaimana bayi dibiarkan sendirian, menanigs sampai akhirnya tertidur. Metode ini ditujukan agar Bayi bisa menyamankan diri sendiri tanpa harus di nina bobokan oleh orang tua.

Metode No Cry kebalikannya. Orang tua di libatkan dalam membantu anak untuk tidur. Orang tua di minta untuk menemani, menggendong dan menjaga hingga tidur. Dengan demikian tercipta kedekatan fisik anak dan orang tua sehingga anak menjadi nyaman.

Saya sendiri nampaknya lebih setuju dengan Metode No Cry deh. Memangnya, ibu mana yang tega denger anak nagis kejer terus di  diemin aja. Insting saya sih bilang, angkat, gendong, pukpuk. 😀

Di siang hari, tidur Ale memang masih semaunya. Si bayi tidur kadang habis mandi jam sembilan pagi sampai jam sebelas atau dua belas. Agenda tidur berlanjut lagi tapi gak tentu kadang sejam, dua jam atau bahkan dianya cuma mau main sampe waktunya mandi sore.

Di malam hari, biasanya Ale mulai keliatan ngantuk di jam 7 malam. Kalau gak pake rungsing, ia akan tidur di jam tersebut. Kalau ada agenda rewel dan gak mood, ia baru mapan pukul delapan.
Bagaimana sih saya mengatur pola tidur buat Ale?

1. Kenalkan konsep siang dan malam

Untuk membedakan waktu tidur siang dan malam, yang pertama adalah melalui cahaya penerangan. Saya mengusahakan ketika hendak menidurkan Ale, lampu sudah redup, ruangan sunyi dan sejuk. Volume suara sebisa mungkin lebih pelan dan lembut. Sebaliknya, di waktu siang aktifitas rumah berjalan seperti biasanya. Cahaya berasal dari jendela yang terbuka, volume suara pun biasa saja.

2. Aktifitas bedtime routine

Masuk pukul tujuh malam, Ale sudah saya bawa ke tempat tidur. Jika sore hari ia tidak tidur, di pastikan selepas magrib ia akan mengantuk.  Bedtime routine untuk Ale cukup sederhana. Mengganti diapers baru agar ia lebih nyaman, memakaikan celana panjang dan kaus kaki. Terakhir, minum susu. Sambil di temani menyusu, Ale tetap saya temani hingga benar-benar lelap. Hal ini menjadi agenda wajib agar Ale mengetahui dan memahami bahwa aktifitas ini menjadi pertanda bahwa ia harus tidur.

3. Tetap sunyi saat terjaga

Ale kerap bangun dua kali untuk berganti diapers. Jam bangunnya pun sudah bisa di tebak 😛 saat terjaga, usahakan tidak membuat suara lain. Ganti diapersnya dengan tenang lalu susui. Jika Ale ada tanda-tanda mengajak bermain, saya mengacuhkannya. Sambil di tepuk-tepuk pahanya dan bersuara pelan “sssshhhhh…”
Adakalanya Ale susah tidur dan malah mengajak “ngobrol” dengan mengeluarkan ocehan, saya tetap menepuk-nepuk pahanya sembari berbisik, “Ibu maunya main besok, sekarang Ale bobo dulu ya.” biasanya Ale mengerti dan pelan-pelan mulai mengusap-usap matanya.

4. Sapa pagi dengan semangat

Pada pukul enam atau tujuh pagi, Ale sudah menunjukkan tanda-tanda bangun. Biasanya saya dan ayah menyapanya dengan suara penuh semangat sambil membuka gordyn jendela lebar-lebar agar cahaya matahari masuk. Hal ini kami lakukan Ale terbangun dengan sumringah dan hati yang riang. Bukan sekedar salam pagi, agenda bangun tidur Ale biasanya berlanjut dengan “obrolan santai” dari saya, ayah atau iyay-nya. Obrolan yang di balas Ale dengan ocehan-ocehan tidak karuan 😛

Begitulah kira-kira Sleep Training Ale yang sedang saya coba terapkan. Pada dasarnya Ale tidak sulit untuk tidur. Diapersnya bersih, perutnya kenyang dan tubuhnya segar, ia sangat mudah terlelap, itu kuncinya. Memang, di usianya sekarang Ale masih terjaga dua kali di malam hari. Namun pelan-pelan seiring waktu saya yakin Ale bisa tidur sampai pagi.
.
Kalau ibuk-ibuk yang lain gimana ceritanya?

Kenapa bernama Alden?

Memilih nama merupakan salah satu dari kegiatan di masa kehamilan yang mengasyikan (selain berbelanja keperluan baby, tentunya!) semua perempuan pasti punya cita-cita mau ngasih nama unik untuk anaknya kelak. Jangan salah, tuh cewek-cewek waktu SMA pasti pernah bikin coret-coretan di kertas soal nama impian buat anaknya kaaaaaan. Mulai dari nama ala-ala wayang sampai nama yang rada ke-bule-bule-an hehehe. Mulai dari nama singkatan berdua pacar, sampai pakai nama belakang gebetan. Yeeee Ngarep!

Di kehamilan ke lima, saya dan suamik mulai mencari-cari nama buat jabang baby. Udah pede dong ahh kalau si baby jenis kelaminnya cowok. Kami berdua pada dasarnya memang susah move on. Zaman now begini masih juga suka sama hal-hal berbau sejarah masa lalu, termasuk urusan nama.

Iyep. Saya dan suamik memutuskan kalau nama si baby kelak mestilah berbau-bau sansekerta. Walaupun suamik rada-rada diam-diam melenceng dari perjanjian dan memilih satu kata dari bahasa lain….(tepatnya saya sih lupa)

Untuk mewujudkan urusan nama tersebut, kitab yang kami buka pertama kali adalah GOOGLE! Iyalah, disitulah semua pertanyaan memiliki jawabannya. Kosong adalah isi, isi adalah kosong, begitu kira-kira meniru Biksu Tong Sam Cong.

Memilih dari ratusan nama sansekerta cukup melelahkan mata rupanya. Ada yang unik, catet. Ada yang simple, catet. Ada yang artinya bagus, catet. Pas di gabungin, berantakan! Malah cenderung ga nyambung. Setelah berkutat dengan bermacam nama, akhirnya kami menemui nama yang di rasa pas pas passss.

 

Alden

Nama ini di temukan suami saat mencari nama bayi dengan bahasa Inggris yang artinya ‘teman  yang Bijaksana’. Nama ini di pilih pasti dengan harapan yang besar  dong ya. Iya. Kami berdua berharap kelak jika ia sudah mengerti arti hidup, ia bisa menjadi sosok yang bisa bersikap bijaksana dalam mengatasi segala hal. Menjadi bijak itu semacam keharusan di jaman now, apalagi di jamannya Ale besar nanti.

Narendra

Nah kalau ini jelas pilihan emaknya. Setelah memilih dan memilah antara Rayendra & Narendra dengan arti yang sama, akhirnya saya memilih Narendra. Memiliki arti ‘Lelaki’ hmmm jelas untuk menunjukkan gendernya yah hehehehe. Well..PM India saat ini bernama Narendra Modi, yah harapannya sih semoga Ale nanti bisa memiliki cita-cita yang gemilang, memimpin rakyat, dan lakik banget. Ihiiirrrr…

Aryasatya

Di kamus google, Aryasatya artinya ‘Kemuliaan’ atau ‘Mulia’. Ehmm…sebut saja, ibunya suka sama artis Abimana Aryasatya hehehehe. Harapan saya sebagai ibu sih Ale di beri nama ini agar hidupnya penuh kemuliaan. Tak melulu soal materi tapi juga tindak-tanduknya nanti. Mengharumkan nama orang tua, agama dan bangsa.

 

Lalu kenapa di panggil Ale?

Itu biar lebih gampangnya aja sih menurut saya. Bisa jadi juga singkatan nama ayah dan ibuknya hehehe. Beberapa teman mengaitkan dengan aktor Ari Sihasale. Syukuuur alhamdulilah, kalau gantengnya nanti kayak Ari Siha. Teman yang lain juga mengaitkan nama panggilan ini dengan tokoh di salah satu novelnya Ika Natassa, Ale Risjad. Ummm…jujur aja sih belum pernah baca novelnya tuh. Hihihihi. Jadi nama panggilan ini ya muncul begitu saja. Yang pasti sih semua orangtua saat memberikan nama untuk anaknya bukan sekedar bagus, unik dan mudah, tetapi juga di sertai dengan doa-doa dan harapan yang baik.

 

Komentar teraneh yang pernah di dengar setelah menyebut nama ini?

“ini mah nama bayinya ngabisin kolom, panjang banget sih buk.” — ibu A dari posyandu —

Dag Dig Dug 39 Weeks!

 

39 Weeks!

 

Hampir di penghujung trimester nih Buk-Ibuk.

Packing persiapan, sudah! Belanja perlengkapa baby, sudah! Makan-makanan yang dianjurkan, sudah! Olahraga ini itu, sudah!

Tapi kok tanda-tanda awal persalinan belum kelihatan ya?

Beberapa teman dari grup bahkan sudah sukses launching babynya.

Stres. Baper. Emosian. Pastinya rasa itu muncul ya buat semua Ibuk-Ibuk yang sudah sangat mengharapkan si Baby. Sama nih Buk. Pas masuk di minggu 39 kemarin saya juga sudah tinggi banget berharapnya. Bisa ketemu si mucus plug, mules, trus kontrakasi, trus mbrojol, trus foto-foto, trus uplod di IG —-ehhhh, yang terakhir becanda aja sih, beneran deh—

Tapi masuk minggu ke 39 semua tanda awal persalinan yang sudah saya khatam-in dari web nggak ada tuh yang nyangkut. Baper dong jadinya! Ngajakin sama dekbay udah tiap hari tapi kok belum keluar juga tuh si mucus. Diet demi berat ideal baby juga udah pol-polan. Kenapa kak? Kenapaaaa? *drama*

Hingga tibalah pagi itu. Semaleman perut kenceng gak karuan, boro-boro bisa tidur, di peluk suamik aja begah. ^__^ Paginya pas ngecek ternyata sudah ada flek coklat. Yeeeeyyy..seneng dong. Buru-buru bangunin suamik buat ke RS sambil menghayal, udah pembukaan sekian, terus masuk RS, terus nunggu deh..aheeeyyyy…

Pas masuk IGD, ketemu bidan trus di cek jantung baby dan tibalah untuk VT! Mencekam! Okey. –Itu terlalu lebay Bu–. VT (Vaginal Toucher) adalah sebuah SOP di dunia kebidanan untuk melihat ada pembukaan atau belum. Masalahnya adalah  :saya – terlalu- banyak- dengar- cerita- gak asyik- soal- ini.

Jad ketika VT di jalankan saya gak rileks dan berasa huughhh!! Pas dua jari si Bu Bidan masuk ke dalam Miss V. Sebentar sih rasanya tapi traumanya lumayan. Kata BuBid belum ada pembukaan, jadi saya akhirnya pulang lagi deh. Di rumah seharian itu, kontraksi mulai hadir. Hati senang, jiwa riang. Inilah tanda yang saya inginkan. Jadi walau pun harus menahan nyeri-nyeri sedap rasanya kontraksi, saya jalanin dengan happy aja. Paling suamik yang kebagian ngurutin pinggang hehehehe.

Besoknya adalah jadwal saya kontrol dengan obgyn saya. Hati makin gembira dong, dua hari kontraksi masa  sih gak ada perkembangan, gitu mbatin saya. Etapi ternyata saya harus di VT lagi –kan di bilang udah SOP-nya— dlum lupa drama dong saya, buka kaki, tutup, buka kaki, tutup. Bubid sampe kesel kayaknya hehehehe. Abis saya belum lupa sih peristiwa itu —LEBAY!—cussss! Di paksain, pasrah juga. Eh hasilnya lebih menghancurkan lagi. Seviksnya masih kuncup. Belum ada pembukaan.

Di rumah saya pun gak kuasa buat nangis kejer. Nangis yang beneran nangis. Kek cewek yang di tinggal pacar aja gitu. Saya memang harus mengeluarkan airmata emosional ini supaya lega. Di Peluk suamik juga kan pada akhirnya. Curhat sebentar, betapa egoisnya saya, betapa saya terlalu menggantungkan mimpi padahal sebenar-sebenarnya penentu adalah YME.

Kemudian setelah istigfar berkali-kali, karena merasa bersalah saya pun meminta maaf pada si dekbay karena sudah jadi ibuk yang egois, padahal saya seharusnya menyerahkan segalanya pada dia. Bukannya malah memaksa.

Pelukan dari pasangan memang obat mujarab loh Buk-Ibuk. Jadi banyakin pelukan sama suamik apapun kondisinya. Di sini saya di sadarkan bahwa, sekali lagi kita boleh bermimpi tapi YME penentu apakah mimpi kita bisa di wujudkan atau nggak.

Kehamilan harusnya di jalanin dengan iklas, tanpa mengharap apa-apa selain sehat keduanya.

 

 

Alasan kenapa sinetron Dunia Terbalik menjadi menarik

Hai..ibuk kece!

Siapa aja sih yang suka ngikutin sinteron ini? Cung! Sama dong, saya juga. Semenjak cuti hamil saya jadi rajin deh mengikuti drama  satu ini  Sinetron yang tayang di salah satu televisi swasta ini memang mencuri perhatian saya dan juga mungkin ibuk-ibuk kece lainnya. Nama-nama seperti Akum, Aceng, Dadang dan Idoy juga sepertinya menjadi nama yang sangat familiar, belum lagi jargon atau kalimat khas yang biasa di ucapkan keempatnya pasti ibuk-ibuk kece sudah hafal di luar kepala.

Cerita sederhana yang mengangkat tema kehidupan para suami yang di tinggal istrinya menjadi TKW   memang sangat menarik yah Buk. Kodrat kelelakian mereka di paksa untuk terbalik. Segala hal  yang biasa dilakukan para istri mulai dari rumpi, ngurus rumah sampai nunggu tukang sayur pun kini di lakukan para suami. Yah, namanya juga Dunia Terbalik.

Tema sinetron ini ternyata memang benar terjadi lho Buk. Kemarin saya menemukan salah satu link berita yang menyajikan berita tentang kehidupan nyata para suami di desa TKW ini.

Banyak hal yang menjadikan sinteron ini menarik untuk di ikuti lho Buk. Apa saja sih? Yuk, disimak.

  1. Cerita yang sarat dengan budaya lokal

Mengambil latar di sebuah pedesaan Jawa Barat, sinetron ini menyuguhkan kehidupan warga desa yang sarat dengan budaya sunda. Hal ini bisa terlihat dari dialek yang di pakai, kostum yang sederhana, nama-nama tokoh dan tempat yang khas juga nyanyian yang sundaaaa banget..(inget si ucuy kalo nyanyi sambil jualan cilok..gimana kaaan)

2 .Tidak menjual kemewahan

Jangan berharap bisa melihat mobil mewah ataupun rumah mewah sebagi latar rumah tokohnya ya. Apalagi kehidupan modern ala-ala sinetron ABG yang di bumbui bullying. Nggak ada, sinetron ini justru menyuguhkan kehidupan sederhana para tokohnya, dengan profesi yang biasa kita temui sehari-hari semisal tukang perabot, tukang cilok dsb. Tokoh paling kaya pun di perlihatkan dengan symbol pemakaian emas di sekujur tubuh lalu memamerkannya kepada orang lain atau sebatas makan fried chicken yang nggak terkenal .

 

3.Memberi contoh lewat perilaku para tokoh yang memang ada dalam kehidupan sehari-hari

Pernah bertemu dengan orang yang ngebet di panggil ustad padahal dia gak ngerti agama? Ibu-ibu yang suka drama dan cari perhatian demi di kasihani orang lain? Seorang ayah yang rela membohongi putrinya demi mendapatkan uang? Atau mungkin tukang cilok jujur yang mengetahui dirinya anak  buangan tapi tetap hormat pada orang tua angkatnya, dan dukun palsu yang berteman dengan pejabat dan artis ternama.

Semua karakter itu memang nyata kita temui sehari-hari ya Buk. Entah itu di lingkungan rumah, pekerjaan atau lingkungan sosial lainnya. Dari situ kita bisa belajar Buk, bahwa nggak semua orang itu baik tapi juga nggak semua orang itu jahat. Jadi jangan menilai kualitas seseorang dari kulit luarnya saja.

 

4. Pertarungan batin seorang lelaki mengenai kodratnya

Tokoh Akum maupun Koswara adalah tipikal lelaki yang mengagungkan kodratnya sebagai lelaki baik itu mengenai tugas dan kewajibannya. Bedanya, Akum masih bertarung dengan batinnya sendiri di mana ia tak bisa menolak fakta bahwa hidupnya di biayai oleh istrinya yang menjadi TKW. Sementara Koswara memilih untuk bekerja serabutan asalkan istrinya tidak menjadi TKW.

Di sisi lain tokoh lelaki di desa Ciraos ini seakan menerima kenyataan bahwa peran dan fungsi merweka sebagai pencari nafkah di gantikan oleh sang istri. Seiring berjalannya waktu justru menikmati pekerjaan rumah sembari menunggu kiriman uang setiap bulan dari istrinya.

Tokoh lain bahkan lebih gila, Si Aceng yang memang memiliki tabiat genit dan playboy bahkan memimpikan bisa beristri dua atau lebih agar bisa mengirimkan mereka sebagai TKW sehingga ia bisa menikmati kiriman uang tanpa melakukan apapun. Gilak!

 

5.Mengajarkan hubungan ayah dan anak ketika ibu tidak ada

Apakah peran ayah bisa menggantikan peran ibu sepenuhnya? Mungkin untuk urusan rumah dan tetek bengek lainnya, mereka bisa. Bagaimana ketika para ayah harus menghadapi anak perempuannya, terlebih mereka yang sedang memasuki usia pubertas.

Disinilah konflik di bangun, bagaimana para ayah mandiri menghadapi kenyataan anak gadisnya bukan lagi seorang malaikat kecil. Akum yang memiliki anak perempuan jelang  remaja harus menghadapi saat di mana fungsi ibu justru di butuhkan pada masa ini. Ia sebagai ayah tetap saja panik saat menghadapi hari pertama menstruasi sang anak. Belum lagi kebingungan saat tumbuh bintik kecil di wajah putrinya, mengira itu adalah cacar padahal hanya jerawat. Disini kita boleh tersenyum mengingat hal yang sama kita lalui dulu ya Buk.

 

6.Hormat terhadap orang yang lebih tua menjadikan sinetron ini sangat mendidik

Bagaimanapun menyebalkannya karakter orang tua tetaplah mereka sosok yang patut di hormati. Sinetron ini mengajarkan hal demikian. Beberapa tokoh orang tua di gambarkan begitu culas, drama queen, egois bahkan selalu ingin menang sendiri walaupun ada juga yang sebaliknya. Mereka yang muda tetap menghormati orang tua ini, baik melalui sikap mencium tangan tiap kali bertemu, atau berbicara dengan sopan dan lembut meski tahu tutur mereka akan di respon dengan cara yang tidak meyenangkan.

Well Buk-ibuk itulah sekelumit kesan saya mengenai sinteron Dunia Terbalik. Walaupun pertelevisian kita sedang di bmbardir dengan banyaknya tayangan gimmick, sinetron remaja yang berlebihan,  ternyata masih ada sinetron yang mengangkat tema kehidupan sehari-hari dan sarat pesan moral.

 

Kalau Ibuk-ibuk kece suka gak sinetron ini? Yuk sharing, kita ngobrol ngalor ngidul.

 

Jadi Ibuk-Ibu Kece pilih team siapa?

 

Perlengkapan Yang Harus Di Siapkan Saat Persalinan

Masuk ke minggu 37, yeeeeeaaaay!

Masuk di minggu-minggu rawan brojol ini jadi kesenangan sekaligus kecemasan tersendiri buat saya. Belanja keperluan baby 80% udah, review harga persalinan  di beberapa RS termasuk biaya daruratnya pun sudah  di perhitungkan, persiapan fisik masih di jalankan nah sekarang masuk ke bagian persiapan-persiapan. Yoi secara saya sudah berada di minggu rawan brojol artinya  kapan pun bisa aja melahirkan yeeee kaaan.

Nah daripada saya nanti saya dan orang rumah panik jadi ada baiknya juga sih mempersiapkan keperluan saat persalinan nanti jadi pas nanti saya udah mules-mules tinggal angkut aja itu gembolan hehehehehe. Persiapannya sendiri saya bagi menjadi dua tas, keperluan ibu dan keperluan baby. Karena saya berencana lahir normal so pasti barang-barang yang di bawa gak perlu sampai selemari, cukup buat tiga hari aja.

Nah ini dia perlengkapan persalinan ala saya :

  1. Keperluan Ibu

a. Baju Ganti & Baju pulang

Baju ganti secukupnya dan memiliki kancing bagian depan supaya saat menyusui mudah di buka, daster atau blus bisa jadi pilihan secara kan ya abis lahiran normal pasti masih berasa nyut-nyut kalau langsung pakai legging –ya eyalaaaahhh!—  😀 Baju untuk pulang pun di persiapkan supaya pas kita kembali ke rumah bisa tampil lebih rapih dan kece. Buat yang berhijab jangan lupa di selipin kerudung bergo maupun ciputnya, mau pakai pashmina atau segi empat boleh-boleh aja sih, tapi buata saya itu ga jadi pilihan, ribet cyyynnnn…tusuk-tusuk jarum pentulnya 😛

b. Underwear

Nah ini penting dan urgent, underwear yang disiapkan versi saya sih celana dalam, bra menyusui plus pembalut maternity. Pilihlah bra menyusui supaya baby lebih mudah menyusui nanti, simpen dulu deh bra veronica secretnya karena percuma gak bakal kepake juga. Untuk pembalut Maternity ada baiknya sih kita siapkan sendiri ya jaga-jaga di rumah sakit kehabisan stok.

c. Perlengkapan Mandi

Handuk, pembersih wajah, sikat gigi, sabun cair adalah hal mutlak yang harus di persiapkan ke dalam perlengkapan mandi. Gak mungkin dong ya pinjam meminjam ke orang lain terlebih jika RS memang gak menyediakan amenities kayak begini.

d. Gurita ibu atau korset

e. Kain Jarik

f. Beauty Case, tisu basah

g. Baju ganti ayah

h. Cemilan ibu,

ini sengaja saya masukin ke daftar karena untuk melahirkan butuh tenaga dong ya jangan sampe lemes, bawa camilan adalah pilihan tepat menurut saya

i. Benda kesayangan

Beberapa ibu yang saya kenal membawa benda kesayangannya untuk menemani saat lahiran semata agar psikis si ibu menjadi rileks semisal Mp3 untuk mendengarkan musik atau boneka. Saya sengaja memasukan bantal kesayangan, soalnya bikin nyenyak tidur hihihihi.

 

 

2. Keperluan Baby

Sebelum menyiapkan keperluan baby ada baiknya mencari tahu terlebih dahulu apakah RS tempat bersalin menyediakn baju ganti atau tidak, karena beberapa RS yang saya tahu tidak menyediakan baju salin untuk baby. Gak ada salahnya juga sih mempersiapkan keperluan baby secukupnya :

a. Baju salin baby 2 stel (atasan & bawahan)

b. Sarung tangan & kaki

c. Baju pulang 1 stel

d. Kain bedong

e. Diapers

f. Selimut untuk pulang

g. Botol susu

h. Gendongan bayi

 

3. Keperluan Administrasi

Keperluan administrasi biasanya di urus oleh ayah atau anggota keluarga yang lain entah itu mengurus pembayaran, asuransi, surat keterangan lahir dan lainnya. Namun ada baiknya juga kita mempersiapkan keperluan administrasi agar tak perlu susah payah mencari-cari saat di  butuhkan.

a. Copy KTP ayah & ibu

b. Copy KK

c. Kartu asuransi atau Surat Jaminan pembiayaan jika biaya persalinan di cover oleh perusahaan

d. Data pendukung kesehatan

Dalam hal ini yang saya persiapkan sih resume medis terkahir saya di rawat, karena saya punya riwayat alergi antibiotik jadi gak ada salahnya sih saya persiapan, siapa tahu bisa jadi informasi untuk perawat yang menangani saya nanti.